.
Oleh: Ust Fatih Abdul Aziz, M.T.
Di tengah padatnya persiapan menghadapi ujian, ada pemandangan yang menyejukkan hati di SMPIT Al Uswah Surabaya. Sebelum buku-buku dibuka, sebelum rumus dan materi diulang kembali, para siswa kelas IX justru bergegas menuju tempat wudu. Di tangan mereka tergenggam mushaf Al-Qur’an, sementara langkah-langkah kecil itu beriringan menuju shaf-shaf terdepan di musala.
Bukan karena ingin menjadi pusat perhatian, melainkan karena mereka ingin menjadi orang-orang yang paling dahulu memenuhi panggilan Allah.
Satu per satu shaf terdepan pun terisi. Shaf pertama, kedua, ketiga, hingga kelima dipenuhi wajah-wajah muda yang membawa harapan besar. Di sanalah mereka duduk, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan menanti iqamah dengan hati yang berusaha ditenangkan oleh kalam Ilahi.
Rasulullah ﷺ mengajarkan betapa besarnya keutamaan shaf pertama dalam salat berjamaah. Keutamaan itu bukan sekadar tentang posisi paling depan, melainkan tentang kesiapan hati untuk lebih dahulu memenuhi panggilan Rabb-nya. Sebuah latihan untuk mendahulukan Allah di atas segala urusan.
Bagi para siswa kelas IX, langkah menuju shaf terdepan menjadi simbol dari sebuah tekad: mendekat kepada Pemilik segala ilmu sebelum menghadapi soal-soal ujian. Mereka memahami bahwa belajar adalah kewajiban, tetapi keberhasilan sejatinya tetap berada dalam genggaman Allah Swt., Dzat yang membolak-balikkan hati dan melapangkan jalan bagi setiap hamba-Nya.
Dalam sujud dan doa, mereka memohon agar Allah memudahkan mereka memahami setiap materi yang telah dipelajari, meneguhkan ingatan ketika menjawab soal, melancarkan lisan saat mengungkapkan pemahaman, menjaga kesehatan dan ketenangan hati, serta memudahkan seluruh proses ujian dari awal hingga akhir. Mereka berharap hasil yang diraih kelak menjadi buah dari ikhtiar yang sungguh-sungguh dan doa yang tak pernah putus.
SMPIT Al Uswah meyakini bahwa mempersiapkan ujian tidak cukup hanya dengan menguatkan kemampuan akademik. Ada ikhtiar lain yang tak kalah penting, yaitu memperkuat hubungan dengan Allah. Sebab ilmu adalah cahaya, dan cahaya itu Allah anugerahkan kepada hati yang senantiasa mendekat kepada-Nya.
Karena itulah, selain belajar dengan tekun, para siswa juga dibiasakan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, menjaga salat wajib berjamaah di awal waktu, melaksanakan salat-salat sunah, memperbanyak zikir, memperbaiki adab kepada guru dan orang tua, serta memohon doa restu dari para ustaz dan ustazah. Semua itu bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk penghambaan dan ikhtiar untuk mengharap rahmat Allah.
Bukankah setelah semua usaha dilakukan, yang paling dibutuhkan adalah pertolongan-Nya?
Inilah pendidikan yang ingin ditanamkan kepada para siswa: bahwa seorang muslim harus berjuang dengan dua sayap sekaligus. Sayap pertama adalah ikhtiar lahiriah—belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Sayap kedua adalah ikhtiar ruhani—berdoa, bertawakal, dan memperbanyak amal saleh. Ketika keduanya bergerak seimbang, insya Allah perjalanan menuju cita-cita akan terasa lebih kokoh.
Hari-hari menjelang ujian pun menjadi momentum untuk menempa diri, bukan hanya menjadi siswa yang cerdas, tetapi juga hamba yang dekat dengan Rabb-nya. Sebab nilai terbaik bukan hanya angka yang tercetak di lembar hasil ujian, melainkan hati yang semakin yakin bahwa setiap keberhasilan adalah karunia Allah yang diberikan kepada hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam berusaha dan tidak pernah lelah mengetuk pintu langit.
Bismillah… semoga setiap langkah menuju shaf terdepan menjadi langkah menuju keberkahan, setiap doa menjadi sebab turunnya rahmat, dan setiap ikhtiar menjadi jalan lahirnya generasi yang berilmu, beriman, serta senantiasa menggantungkan harapannya hanya kepada Allah Swt.
Berita lainnya
BLC 2026: Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan, Menempa Kemandirian di Alam Terbuka
Belajar dari Dunia Nyata, Siswa SMPIT Al Uswah Surabaya Jelajahi Pabrik Yakult dan Budidaya Jamur Tiram
LSEC Angkatan 17: Menempa Kemandirian, Menguatkan Kebersamaan di Alam Terbuka
Ukir Prestasi di Ajang Nasional, Muhammad Arfeen Hadi Ashta Raih Medali Emas KSNR-8
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.




