Lompat ke konten

SMPIT AL USWAH

MABIT Jenjang VIII Al Uswah: Menjaga Hati, Memperbaiki Diri, Menggapai Ridha Ilahi

.

Surabaya, 12 September 2026 — Suasana Masjid Ummul Mukminin, Baratajaya, menjadi ruang tumbuh bagi siswa kelas VIII SMPIT Al Uswah Surabaya dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026.

Mengusung tema “Menjaga Hati, Memperbaiki Diri, Menggapai Ridha Ilahi”, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan kesadaran beribadah. Selama kegiatan, para siswa tidak hanya mengikuti rangkaian ibadah, tetapi juga belajar menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kebersamaan, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab.

Rangkaian MABIT dimulai dengan perjalanan menuju masjid, briefing tata tertib, Al-Ma’tsurat, serta tilawah mandiri yang dilaksanakan secara berkelompok dengan pendampingan guru. Setelah shalat Maghrib dan Isya, siswa mengikuti materi pembinaan, kemudian dilanjutkan dengan khataman bersama. Malam ditutup dengan waktu istirahat sebelum para siswa kembali dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail.

Dini hari menjadi salah satu momen yang memberi warna tersendiri. Sekitar pukul 03.00, para siswa melaksanakan qiyamul lail, dilanjutkan shalat Subuh, kultum atau Al-Ma’tsurat, olahraga pagi, serta kegiatan bersih-bersih lingkungan masjid. Rangkaian kemudian ditutup dengan shalat dhuha, pemberian apresiasi, sarapan, dan persiapan kepulangan.

Yang menggembirakan, semangat ibadah tampak dalam berbagai capaian peserta. Sebanyak 88 persen siswa menyatakan tetap semangat beribadah, sementara 94 persen tercatat tertib melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Dalam dzikir Al-Ma’tsurat, 82 persen siswa melaksanakannya pada waktu pagi dan petang. Sebanyak 76 persen siswa juga melaksanakan shalat sunnah rawatib.

Semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an juga terlihat dalam capaian tilawah peserta. Sebanyak 40 siswa mencapai 2–3 juz, 15 siswa mencapai 4–5 juz, enam siswa mencapai 6–9 juz, tiga siswa mencapai 10 juz atau lebih, bahkan satu siswa mencapai lebih dari 20 juz selama rangkaian kegiatan.

Lebih dari sekadar angka, MABIT menghadirkan pengalaman tentang arti saling menguatkan dalam kebaikan. Salah satu hal positif yang mendapat perhatian dalam evaluasi adalah tumbuhnya kemandirian sebagian siswi dalam membangun kesadaran untuk bangun malam. Beberapa di antaranya mampu bangun tanpa dibangunkan dan bahkan berinisiatif membangunkan teman-temannya. Sikap sederhana tersebut menjadi cermin tumbuhnya kepedulian dan budaya saling mengingatkan dalam kebaikan.

Kegiatan olahraga dan pemberian reward juga memberikan suasana positif. Olahraga menjadi ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun kebersamaan, sedangkan apresiasi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan dan semangat siswa selama kegiatan. Kompetisi tilawah turut menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus mendorong siswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Dari sisi pemahaman materi, 88 persen siswa menyatakan materi MABIT cukup mudah dipahami. Capaian tersebut menjadi salah satu tanda bahwa pembinaan yang dikemas melalui pengalaman langsung, ibadah bersama, kajian, dan kebersamaan dapat memberikan ruang belajar yang bermakna bagi siswa.

Namun, MABIT juga menjadi ruang refleksi untuk terus bertumbuh. Capaian shalat dhuha yang berada pada angka 29 persen menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan penguatan pada pembinaan berikutnya. Evaluasi juga mencatat perlunya penguatan pengawalan waktu tidur, mekanisme pencatatan capaian tilawah, serta kesiapan fasilitas lokasi agar pelaksanaan kegiatan mendatang semakin nyaman dan optimal.

Pada akhirnya, MABIT bukan sekadar tentang satu malam yang diisi dengan berbagai agenda. Ia adalah sebuah jeda untuk menata hati, ruang untuk belajar menjaga diri, dan kesempatan untuk merasakan indahnya tumbuh bersama dalam kebaikan.

Semoga pengalaman selama MABIT tidak berhenti ketika para siswa meninggalkan masjid. Semoga lantunan Al-Qur’an, langkah menuju shalat berjamaah, suasana qiyamul lail, dan kepedulian untuk membangunkan sahabat menjadi benih-benih kebaikan yang terus tumbuh dalam keseharian.

Menjaga hati, memperbaiki diri, dan melangkah bersama menuju ridha Ilahi.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.