Lompat ke konten

SMPIT AL USWAH

Belajar dari Dunia Nyata, Siswa SMPIT Al Uswah Surabaya Jelajahi Pabrik Yakult dan Budidaya Jamur Tiram

.

Surabaya — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Ada kalanya, pemahaman justru tumbuh lebih kuat ketika siswa menyaksikan langsung proses yang selama ini hanya mereka pelajari melalui buku. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Outdoor Learning siswa SMPIT Al Uswah Surabaya pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan mengunjungi dua lokasi edukatif, yakni PT Yakult Indonesia Persada di Ngoro, Mojokerto, dan sentra budidaya jamur tiram di Desa Wisata Kungkuk, Malang.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan, menghubungkan teori dengan praktik, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia industri dan potensi ekonomi masyarakat. Sepanjang perjalanan, siswa juga mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mata pelajaran IPA dan IPS sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.

Mengenal Proses Produksi Minuman Probiotik di Pabrik Yakult

Tepat pukul 06.40 WIB, rombongan berangkat dari SMPIT Al Uswah Surabaya menggunakan bus. Perjalanan menuju PT Yakult Indonesia Persada di Ngoro, Mojokerto, berlangsung lancar. Sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan tiba di lokasi dan disambut dengan kegiatan edukasi mengenai minuman Yakult.

Dalam sesi pemaparan, siswa memperoleh penjelasan mengenai kandungan minuman Yakult serta manfaat bakteri baik bagi kesehatan pencernaan. Materi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat konsep mikroorganisme yang dipelajari dalam IPA dan memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme semakin terasa ketika siswa mengikuti tur keliling pabrik. Mereka berkesempatan menyaksikan berbagai tahapan produksi, mulai dari proses pembuatan botol, pengolahan produk, hingga pengemasan sebelum minuman didistribusikan kepada konsumen.

Melalui kunjungan ini, siswa mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah produk yang akrab dijumpai dalam kehidupan sehari-hari melewati rangkaian proses yang terencana dan terstandar. Di balik sebotol minuman, terdapat ilmu pengetahuan, teknologi, ketelitian, serta kerja sama banyak pihak.

Pengalaman tersebut juga membuka wawasan siswa tentang dunia industri, mulai dari pengolahan bahan, penggunaan teknologi, hingga pentingnya menjaga kualitas produk. Hal-hal yang sebelumnya mungkin hanya dipahami sebagai konsep di dalam kelas kini dapat mereka amati secara langsung.

Sebagai bentuk keramahan dari pihak perusahaan, peserta dan guru pendamping mendapatkan konsumsi berupa tiga botol Yakult dan satu kotak makanan ringan. Sambutan ini menjadi bagian menyenangkan dari kunjungan edukatif yang memperkaya pengalaman belajar siswa.

Menyusuri Desa Wisata Kungkuk, Belajar dari Budidaya Jamur Tiram

Pukul 10.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Malang. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam, rombongan tiba di Desa Wisata Kungkuk pada pukul 12.30 WIB.

Setibanya di lokasi, para peserta melaksanakan salat berjamaah dan makan bersama sebelum melanjutkan kegiatan. Perjalanan menuju lokasi budidaya jamur tiram dilakukan dengan menaiki angkutan lokal atau lyn. Kondisi jalan yang sempit serta medan yang naik turun membuat bus tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung.

Pengalaman menggunakan transportasi lokal ini sekaligus memberikan gambaran kepada siswa tentang kondisi geografis dan kehidupan masyarakat di kawasan perdesaan.

Di lokasi budidaya, rombongan disambut oleh ketua paguyuban yang kemudian mendampingi siswa berkeliling. Para siswa diajak mengunjungi rumah jamur untuk mengenal lingkungan budidaya sekaligus mengamati proses pemeliharaan jamur tiram.

Pembelajaran berlanjut dengan penjelasan mengenai pembuatan media tanam dan perawatan jamur. Siswa dapat melihat bagaimana bahan-bahan disiapkan menjadi media tumbuh yang sesuai, kemudian dirawat hingga menghasilkan jamur yang siap dipanen.

Kegiatan ini memberikan pengalaman konkret tentang pertumbuhan organisme, kebutuhan lingkungan bagi makhluk hidup, serta pemanfaatan sumber daya alam melalui kegiatan budidaya. Materi IPA yang dipelajari di sekolah pun terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Dari sisi IPS, kunjungan ini memperkenalkan siswa pada kegiatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, serta peran kelompok atau paguyuban dalam mengembangkan usaha produktif. Budidaya jamur tiram menunjukkan bahwa lingkungan perdesaan menyimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengetahuan, keterampilan, ketekunan, dan kerja sama.

Hal menarik terlihat ketika beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan kepada pendamping. Rasa ingin tahu dan keberanian mereka untuk menggali informasi mendapatkan apresiasi berupa pemberian media tanam dan bibit jamur secara gratis.

Apresiasi sederhana tersebut menjadi pengalaman berharga. Siswa tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses budidaya yang dapat dipelajari kembali secara mandiri.

Pengalaman ini diharapkan menumbuhkan penghargaan terhadap kerja keras para pelaku usaha, sekaligus membuka wawasan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi lingkungan dan menciptakan peluang usaha.

Menghubungkan Ilmu Pengetahuan dengan Kehidupan

Tepat pukul 15.30 WIB, rombongan bertolak kembali menuju Surabaya dan tiba di sekolah sekitar pukul 17.30 WIB. Perjalanan sehari tersebut meninggalkan beragam pengalaman yang melengkapi proses pembelajaran di kelas.

Melalui LKPD IPA dan IPS yang dikerjakan selama kegiatan, siswa diarahkan untuk mengamati, mengumpulkan informasi, dan menghubungkan temuan di lapangan dengan konsep yang telah dipelajari. Dengan demikian, kunjungan ini tidak sekadar menjadi perjalanan rekreatif, tetapi juga bagian dari proses belajar yang terarah.

Kunjungan ke pabrik Yakult memperkenalkan siswa pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses produksi. Sementara itu, kunjungan ke Desa Wisata Kungkuk menghadirkan pembelajaran tentang budidaya, pemanfaatan potensi lokal, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Kedua pengalaman tersebut saling melengkapi. Siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri, melainkan hadir dalam berbagai aktivitas manusia, mulai dari industri modern hingga usaha produktif yang tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan Outdoor Learning ini menjadi salah satu ikhtiar SMPIT Al Uswah Surabaya dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan kontekstual. Melalui pengalaman langsung, siswa diharapkan semakin terampil mengamati, berani bertanya, kritis dalam berpikir, serta mampu melihat hubungan antara pengetahuan dan kehidupan sehari-hari.

Sebab, ilmu akan semakin bermakna ketika tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga mampu membuka mata untuk memahami kehidupan. Dari pabrik hingga rumah jamur, dari penjelasan para praktisi hingga keberanian mengajukan pertanyaan, setiap pengalaman menjadi pintu bagi tumbuhnya rasa ingin tahu dan semangat belajar.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.