Lompat ke konten

SMPIT AL USWAH

Guru SMPIT Al Uswah Berbagi Praktik Baik Digitalisasi Pembelajaran Bersama DPR RI dan Kemendikdasmen

.

Surabaya, Ahad, 13 September 2026 — Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus teknologi digital, guru dituntut tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga mampu mengubah teknologi menjadi jembatan yang mendekatkan siswa kepada pengalaman belajar yang bermakna.

Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan Workshop Pendidikan Digitalisasi Pembelajaran yang diselenggarakan melalui kerja sama Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama para guru hebat SMP di Kota Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu guru SMPIT Al Uswah Surabaya, Ust. M. Fatih Abdul Aziz, M.T., mendapatkan kesempatan menjadi narasumber dan berbagi praktik baik dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran.

Kesempatan tersebut menjadi ruang yang berharga bagi Ust. Fatih untuk membawa pengalaman pembelajaran digital yang selama ini dikembangkan di lingkungan SMPIT Al Uswah kepada lebih banyak pendidik. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Variasi Pembelajaran”, atau beragam bentuk media yang dapat digunakan guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik.

Di hadapan para peserta workshop, Ust. Fatih tidak hanya berbicara tentang pentingnya digitalisasi pembelajaran secara konsep, tetapi juga memperkenalkan berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan guru dengan teknologi.

Mulai dari membuat slide presentasi yang menarik, mengembangkan video interaktif, menyusun infografis yang informatif dan estetis, menciptakan game interaktif sesuai imajinasi, hingga membuat video animasi dari gambar sendiri. Berbagai media tersebut menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk mempercantik pembelajaran, tetapi dapat menjadi ruang kreativitas guru dalam merancang pengalaman belajar yang lebih hidup.

Pembelajaran pun tidak harus selalu berlangsung dengan pola yang sama. Satu materi dapat dikemas melalui gambar, video, permainan, animasi, maupun presentasi interaktif. Ketika guru memiliki keberanian untuk bereksperimen, ruang kelas pun dapat berubah menjadi ruang yang penuh kejutan dan rasa ingin tahu.

Inilah semangat yang dibawa dalam materi Variasi Pembelajaran: bahwa digitalisasi bukan tentang menggantikan peran guru dengan teknologi, melainkan memperkuat sentuhan guru melalui berbagai media yang relevan dengan kebutuhan siswa.

Bagi SMPIT Al Uswah Surabaya, kesempatan ini menjadi sebuah bentuk apresiasi sekaligus amanah. Seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu di ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik kepada sesama pendidik.

Dari satu ruang kelas, sebuah inovasi dapat bergerak menuju ruang kelas lainnya. Dari satu guru yang mencoba, lahir inspirasi bagi guru-guru lain untuk berani mencoba. Dari situlah ekosistem pendidikan yang terus bertumbuh dapat dibangun.

Semoga kesempatan yang diberikan kepada Ust. M. Fatih Abdul Aziz, M.T. menjadi bagian dari ikhtiar panjang SMPIT Al Uswah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, kreatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai yang kuat.

Sebab teknologi boleh terus berubah, aplikasi boleh berganti, dan media pembelajaran boleh semakin beragam. Namun satu hal tetap sama: guru yang mau terus belajar akan selalu menemukan cara baru untuk menyalakan cahaya belajar di mata anak-anak didiknya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.