Lompat ke konten

SMPIT AL USWAH

Menjaga Cahaya Al-Qur’an di Pagi Hari: Sabtu yang Dihiasi Tahsin dan Setoran Hafalan

.

Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, suasana SMPIT Al Uswah Surabaya terasa berbeda. Di saat sebagian orang menikmati akhir pekan dengan beristirahat, para guru justru datang membawa mushaf Al-Qur’an dan semangat untuk terus memperbaiki bacaan serta menjaga hafalan.

Tidak tampak kerumunan besar di satu tempat. Para guru berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil yang tersebar di berbagai sudut sekolah. Ada yang duduk melingkar di aula, ada pula yang memenuhi ruang-ruang kelas. Dari setiap ruangan terdengar lantunan ayat-ayat suci yang mengalun lembut, menghadirkan ketenangan yang seolah menyelimuti seluruh lingkungan sekolah.

Kegiatan tahsin bersama dan setoran hafalan merupakan agenda rutin yang senantiasa dilaksanakan setiap Sabtu pagi oleh guru-guru SMPIT Al Uswah. Dalam kegiatan ini, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan didampingi oleh para pembimbing Al-Qur’an. Mereka saling menyimak bacaan, memperbaiki makhraj dan tajwid, serta menyetorkan hafalan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Suasana yang terbangun bukanlah suasana belajar yang penuh tekanan, melainkan majelis ilmu yang hangat dan menumbuhkan. Di sana tidak ada rasa sungkan untuk dikoreksi, karena setiap perbaikan adalah bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian bacaan Kalamullah. Setiap ayat yang dilafalkan menjadi pengingat bahwa seorang pendidik pun adalah seorang pembelajar yang tidak pernah berhenti memperbaiki diri.

Bagi SMPIT Al Uswah, membina guru tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi mengajar, tetapi juga penguatan kualitas ruhiyah. Sebab guru yang setiap hari membersamai Al-Qur’an akan lebih mudah menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap nasihat, pembelajaran, dan keteladanan yang diberikan kepada peserta didik.

Majelis-majelis kecil yang tersebar di aula dan ruang-ruang kelas pagi itu laksana taman-taman ilmu yang menumbuhkan keberkahan. Dari sanalah lahir semangat untuk terus belajar, kerendahan hati untuk terus menerima perbaikan, dan tekad untuk menjaga amanah sebagai pendidik yang bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga meneladankan kecintaan kepada Al-Qur’an.

Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap hafalan yang dijaga, dan setiap koreksi yang diterima menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Sebab di sekolah Islam, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecemerlangan akademik, tetapi juga dari seberapa dekat para pendidik dan peserta didiknya dengan Al-Qur’an. Dari majelis-majelis sederhana inilah, cahaya itu terus dijaga agar tetap menyinari hati, menguatkan langkah, dan mengantarkan lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai Kalamullah.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.