.
SURABAYA – Aroma jajanan tradisional dan semangat kreativitas memenuhi lapangan SMPIT Al Uswah Surabaya dalam kegiatan Gelar Karya Kokurikuler Wisata Kuliner Tradisional Jenjang VIII. Mengusung tema “Melestarikan Kearifan Lokal melalui Cita Rasa Jajanan Tradisional”, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk mengenal, mengolah, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara.
Sebanyak 17 kelompok murid terlibat dalam kegiatan ini. Setiap kelompok mendapat tantangan untuk menyajikan satu jenis jajanan tradisional yang berbeda. Beragam menu dihadirkan, mulai dari cireng, sosis solo, kue cubit, terang bulan, roti kukus, martabak, dan aneka jajanan lainnya.
Persiapan dilakukan secara mandiri dan kolaboratif. Murid mulai dari merancang menu, berbelanja bahan, belajar mengolah makanan, hingga menyiapkan sajian untuk pengunjung. Sehari sebelumnya, pada Senin sore, mereka juga bergotong royong menata stan bazar agar siap menyambut para pengunjung.
Kegiatan dibuka pada Senin pagi pukul 07.30 WIB oleh Kepala SMPIT Al Uswah Surabaya, Ustaz Abd. Azhim, M.Pd. Setelah pembukaan, setiap kelompok segera menempati stan masing-masing dan mulai memasak menu andalannya. Lapangan sekolah pun menjelma menjadi arena belajar yang semarak, tempat kreativitas, keterampilan, dan semangat kewirausahaan bertemu.
Keseruan semakin terasa saat murid jenjang VII dan IX serta para ustaz dan ustazah berkesempatan mengunjungi stan secara bergantian. Pengunjung membawa kupon yang dibagikan oleh Ustazah Nisa untuk ditukarkan dengan jajanan di stan pilihan. Kunjungan jenjang IX berlangsung pukul 08.40–09.20 WIB, sedangkan jenjang VII pada pukul 09.40–10.20 WIB. Para ustaz dan ustazah juga dapat berkunjung secara fleksibel di sela-sela waktu mengajar.
Tidak sekadar menikmati aneka jajanan, para pengunjung turut memberikan apresiasi terhadap hasil karya murid. Dari berbagai sajian yang dihadirkan, dipilih tiga kelompok dengan menu terfavorit. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi murid untuk terus berkarya dan memberikan hasil terbaik.
Tepat pukul 10.30 WIB, setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, murid kembali bergotong royong merapikan perlengkapan dan membersihkan lapangan. Mereka tidak hanya belajar mempersiapkan dan menyajikan produk, tetapi juga bertanggung jawab menjaga kebersihan serta mengembalikan lingkungan sekolah seperti semula.
Gelar karya ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Guru Tamu bersama Chef Tanty Handayani pada 22 Oktober lalu. Jika pada kegiatan sebelumnya murid memperoleh bekal pengetahuan dan praktik membuat klepon, kali ini mereka mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengalaman tersebut dalam proyek yang lebih nyata.
Melalui kegiatan ini, SMPIT Al Uswah Surabaya mengajak murid memahami bahwa jajanan tradisional bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari kekayaan budaya yang patut dijaga. Di balik setiap sajian, ada kreativitas, kerja sama, ketekunan, dan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dari dapur sederhana hingga stan kuliner di lapangan sekolah, murid belajar bahwa melestarikan budaya tidak harus dimulai dengan langkah besar. Cukup dengan mengenal, mencintai, dan menghadirkan kembali cita rasa warisan leluhur melalui karya nyata.
Berita lainnya
Murid Jenjang IX SMPIT Al Uswah Surabaya Ikuti Tryout TKA JSIT, Matangkan Kesiapan Menghadapi Ujian
Gelar Karya Kokurikuler Jenjang VIII: Merawat Kearifan Lokal melalui Cita Rasa Jajanan Tradisional
Guru Tamu Jenjang VIII: Mengenal dan Melestarikan Jajanan Tradisional melalui Praktik Membuat Klepon
Guru Tamu Kewirausahaan: Menumbuhkan Jiwa Young CEO yang Kreatif dan Berani Berwirausaha
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.




